Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Madiun

Senin, 16 Oktober 2017

PENILAIAN SURAT BERHARGA

  • Pengertian Surat Berharga
Surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit atau setiap derifatifnya atau suatu kewajiban dari penerbit yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang .
  • Macam – macam Surat Berharga :
Saham, Obligasi, SUN, wesel, surat sekuritas, dan lain – lain.
  • Penilaian Saham
  1. Nilai Buku : Nilai saham yang didasarkan pembukuan peusahaan emiten
  2. Nilai Pasar : Harga dari saham di pasar pada saat tertentu yang ditentukan pelaku pasar. Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham dipasar bursa.
  3. Nilai intrinsik : Nilai seharusnya dari suatu saham.
  • Keuntungan Investasi Saham
  1. Deviden
  2. Capital Gain
  3. Kemungkinan dapat saham Bonus
  • Kerugian Investasi Saham
  1. Tidak mendapat deviden
  2. Capital Loss
  3. Perusahaan Bnagkrut dan Diliquidasi
  4. Saham di Delist dari bursa
  • Penilaian Obligasi
  1. Jumlah dan waktu dari arus kas yang akan diterima investor
  2. Tanggal jatuh tempo obligasi
  3. Tingkat pengembalian yang diinginkan investor
  • Keuntungan Investasi Obligasi
  1. Dividen (cenderung tetap)
  2. Capital Gain
  • Kerugian Investasi Obligasi
  1. Capital Loss
  2. Cut Loss
  3. Perusahaan tidak mampu membayar hutang

PRINSIP AKUNTANSI INDONESIA menyebutkan bahwa :

“ Surat berharga yg segera dapat dijual dinyatakan dalam neraca sebesar harga perolehan atau harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar”.



Berdasarkan prinsip di atas, ada dua metode penilaian surat berharga yaitu:
1. Metode harga perolehan/pokok
2. Metode harga terendah antara harga perolehan dengan harga pasar.


1. Metode Harga Perolehan/ Harga Pokok (cost method)

Dalam metode ini, surat berharga dicantumkan sebesar harga perolehannya. Metode ini tdk mengakui thdp keuntungan dari kenaikan/ penurunan kurs surat-surat berharga.

Contoh soal:

  1. Tanggal 23 des 2003, PT. Trukindo membeli saham biasaPT.Express 1000lbr@Rp1.450. Provisi dan materaiRp 150.000.
  2. Tanggal 29 des 2003, PT. Trukindo menjual saham biasa PT. PT.Express 500lbr@Rp 2.000.Provisi dan materai Rp200.000.

Berapakah Nilai Surat Berharga yang dimiliki oleh PT. Trukindo per 31 desember. Dengan metode Harga Perolehan ?


Penjelasan :

Pembelian tgL 23/12/03 
Harga 1000Lbr X Rp 1.450= Rp 1.450.000
Provisi & Materai Rp 150.000+
Cost 23/12/03 Rp 1.600.000
Penjualan tgL 29/12/03
Harga 500Lbr X Rp 2.000 = Rp 1.000.000
Povisi & Materai Rp 200.000-
Cost. Rp 800.000

Informasi :
Lembar saham tinggal 500Lbr ( 1000Lbr-500Lbr )
Cost per 31 Des 2003 =Rp1.600.000 - Rp800.000 = Rp 800.000

Jadi pada Tgl 31 Des 2003 Surat berharga dicatat sebesar Harga Perolehan yaitu 
Rp 800.000,-


2. Metode Harga Terendah antara cost dgn Harga Pasar ( lower of cost Or Market Method ).

Dlm metode ini, surat berharga dicantumkan sebesar harga terendah antara H.pokok dan H. pasarnya.,adanya kerugian 
akan diakui yaitu selisih Harga pokok dan H.Pasar, dengan pencatatan sebagai berikut :
Rugi Penurunan Nilai Surat Berhaga                   Rp XXX
      Cadangan penurunan nilai surat berharga                          Rp XXX

Dengan metode ini, Terbagi 2 cara yang dapat diterapkan kepada surat berharga yaitu:
  • Diterapkan kepada jumlah seluruh surat berharga
  • Diterapkan kepada masing-masing surat berharga

Contoh : 

Daftar surat-surat berharga yang dimiliki PT.SINGOSARI per 31 Des 2003 sebagai berikut :

Keterangan
Harga Perolehan
Harga Pasar
LOCOM
100 lbr obligasi PT.Baruna12%
100 lbr saham preferen PT.Rajawali 12%
200 lbr saham biasa PT.Barito
Rp.505.000
Rp.1.040.000
Rp.  990.000
Rp.512.000
Rp.1.020.000
Rp.975.000
Rp.505.000
Rp.1.020.000
Rp.975.000
JUMLAH
Rp 2.535.000
Rp 2.507.000
Rp. 2.500.000



1. DITERAPKAN PADA SELURUH SURAT BERHARGA

Jika diterapkan kepada jumlah seluruh surat berharga, maka :

surat berharga yang tercantum dineraca Rp.2.507.000

HP           = Rp 2.535.000

H.Pasar    = Rp 2.507.000

selisih      = Rp.     28.000


Jurnal

Rugi penurunan nilai SB                  Rp. 28.000,-
       cadangan penurunan nilai SB                           Rp. 28.000,-





2. DITERAPKAN PADA SETIAP SURAT BERHARGA

Jika diterapkan kepada masing-masing elemen surat berharga,maka surat berharga yang tercantum dineraca Rp.2.500.000

HP              Rp.2.535.000

H.pasar       Rp.2.500.000

Ada selisih   Rp     35.000



Jurnal

Rugi penurunan nilai surat berharga                  Rp. 35.000,-
              cadangan penurunan nilai surat berharga                   Rp. 35.000,-




Bagaimana jika surat berharga di jual ?



Cadangan penurunan nilai surat berharga ini akan dihapuskan apabila surat-surat berharga tersebut dijual.

sebagai contoh:

Jika pada tangal 4 Januari PT.SINGASARI menjual 
200 lembar saham PT.BARITO, provisi dan materai Rp 500.000 dgn Kurs 75%.
( Harga perolehan /lembar Rp. 9.000 )


jawab:

Harga kurs 200 lbr PT.BARITO = 200 X Rp.9.000 X 75%  = Rp 1.350.000 
Provisi dan materai 1%                                                    = Rp    500.000
nilai jual (kas )                                                                                       Rp 850.000
Harga perolehan                                          Rp 990.000 
Cad. Penurunan nilai surat berharga               Rp  15.000
                                                                                                            Rp 975.000

Rugi penjualan Surat berharga                                                                  Rp 125.000




Maka Jurnalnya pada tgL 4 Januari 2003 :

Kas                                 Rp 850.000
Cad. Penurunan nilai SB    Rp   15.000
Rugi penjualan SB             Rp 125.000
              Surat Berharga                          Rp 990.000








RIDWAN NUGROHO 
MANAJEMEN
16111078
Share:

Minggu, 08 Oktober 2017

Nilai Waktu dan Uang

Nilai waktu terhadap uang adalah nilai uang dari beberapa waktu yang berbeda, yakni antara nilai uang dimasa depan atau nilai uang saat ini. Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor). Tentunya hal ini akan sangat membantu kita dalam perencanaan-perencanaan dimasa mendatang. Banyak hal yang dapat kita perhitungkan menggunakan rumus-rumus dari perhitungan present value, future value, present anuity dan future anuity seperti merencanakan tabungan pendidikan untuk anak-anak dan tabungan masa depan.
Konsep nilai waktu dari uang adalah bahwa setiap individu berpendapat bahwa nilai uang saat ini lebih berharga daripada nanti. Sejumlah uang yang akan diterima dari hasil investasi pada akhir tahun, kalau kita memperhatikan nilai waktu uang, maka nilainya akan lebih rendah pada akhir tahun depan. Jika kita tidak memperhatikan nilai waktu dari uang, maka uang yang akan kita terima pada akhir tahun depan adalah sama nilainya yang kita miliki sekarang. digunakan :
Pv        = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv        = Future Value (Nilai yang akan datang)
I           = Bunga (i = interest/suku bunga)
n          = Tahun ke-
An       = Anuity
SI         = Simple interest dalam rupiah
P0        = Pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
Dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa bahasan pokok yang harus kita mengerti sebelumnya untuk mengetahui materi lebih dalam lagi diantaranya Present Value, Future Value, Anuitas dan yang tidak kalah pentingnya adalah bunga yang digunakan dalam penentuan perhitungannya.

  Bunga

Adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan atau sejumlah uang yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat diperoleh dari penggunaan uang. Ada dua jenis bunga yang umum dan juga digunakan dalam perhitungan present ataupun future value yakni Bunga tunggal, Bunga majemuk.
Bunga Sederhana (simple interest) adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan hanya dari jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang dipinjamkan, dipinjam atau bunga yang dibayar satu kali dalam setahun.
Rumus : SI = P0(i)(n)
Bunga majemuk atau (compound interest) adalah bunga yg dibayarkan/dihasilkan dari bunga yg dihasilkan sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan atau bunga dibayar lebih dari 1 kali.

  Future Value
Digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang apabila uang tersebut diberikan sekarang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu kemudian definisi lain dari future value adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

        Perhitungan Future Value Dengan Bunga Tunggal
            Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :
FV = PV (1 + i)n keterangan :      FV        = nilai future value
PV        = nilai saat ini
i          = bunga
n          = jangka waktu

       Perhitungan Future Value Dengan Bunga Majemuk
Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :
FV = PV (1 + i / m)m x n      Keterangan:       FV = nilai future value
PV = nilai saat ini
i     = bunga
n   = jangka waktu
m   = periode yang dimajemukkan

       Present Value
Digunakan untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang ataupun lebih sederhananya lagi menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima dalam suatu periode di masa yang akan datang.

       Perhitungan Present Value Dengan Bunga Tunggal
Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :
PV = FV / (1 + i)n                       Keterangan:       PV = nilai saat ini
FV = nilai future value
i     = bunga
n   = jangka waktu

       Perhitungan Present Value Dengan Bunga Majemuk
PV = FV / (1 + i/m)m x n Keterangan:       FV = nilai future value
PV = nilai saat ini
i     = bunga
n   = jangka waktu
m   = periode yang dimajemukkan

       Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:
  1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
  2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal periode.
  1. Pinjaman yang Diamortisasi
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara – dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

   Konsep Nilai Waktu dan Uang
  1. Nilai yang akan Datang (future value)
Nilai yang akan datang adalah nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari sejumlah modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat diskon rate bunga tertentu.
contoh soal :
Pak Ramli pada 1 Januari 2005 menanamkan modalnya sebesar Rp 10.000.000, dalam bentuk deposito di bank selama 1 tahun, dan bank memberikan bunga 10% per tahun, maka pada 31 Desember 2005 pak Ramli akan menerima uang miliknya yang terdiri dari modal pokok ditambah bunganya.
Jawaban :
Future value = Mo (1+i) n
FV = 10.000.000 (1 + 0.10) 1
FV = 10.000.000 (1 + 0.10)
FV = 10.000.000 + 1.000.000
FV = 11.000.000
Jadi, nilai yang akan datang (Future Value) uang milik Pak Ramli adalah Rp 11.000.000
  1. Nilai Sekarang (present value)
Nilai sekarang adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang. Present value bisa dicari dengan menggunakan rumus future value atau dengan rumus berikut :
         PVIFr,n = ———– = FV {(1 / 1 + r)}^n
         (1 + r)^n
Keterangan :
FV = Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)
PV = Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)
R   = Suku Bunga
n   = Waktu (tahun)
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?
Dalam masalah ini: A = 10.000,-.   r = 0,13 dan t = 1
P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)
= 8849,56
  1. Nilai Masa Datang dan Nilai Sekarang
Nilai sekarang (Present value) merupakan modal dasar dan nilai masa datang (future value) merupakan penjabaran dari bunga majemuk.
  1. Annuitas
Annuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Selain itu annuitas juga diartikan sebagai kontrak dimana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat bunga.
Contoh : bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu
saham preferen.
  1. Anuitas biasa
Anuitas biasa adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode.
  1. Anuitas terhutang
Anuitas terhutang adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.
  • Rumus dasar future value anuitas terhutang :
FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )
  • Rumus dasar present value anuitas terhutang :
PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )
  1. Nilai sekarang anuitas
Nilai sekarang anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur, selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
  1. Nilai sekarang dari anuitas terhutang
Mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun.
  • Rumus
n (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)

  1. Anuitas abadi
Anuitas abadi adalah pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
  • Rumus anuitas abadi :
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
  1. Nilai sekarang dan Seri Pembayaran yang tidak Rata
Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:
Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat diskonto = PMT/r
Langkah 1.
Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di tahun 1:
$100 (0,9434) = $ 94,34
Langkah 2.
Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan diterima anuitas sebesar $ 200 setahun. Dicari dulu anuitas 5 tahun, kemudian kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas 4 tahun dengan pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))
Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)
Pvanuitas= $ 200(4,2124-0,9434)
Pvanuitas= $653,80
Langkah 3.
Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7
$1000(0,6651) = $ 665,10
Langkah 4.
Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari langkah 1 hingga langkah 3 tersebut :
$ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24
  1. Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode lainnya
Bunga majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas. Apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.
  1. Amortisasi Pinjaman
Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara dicicil selama waktu tertentu. Didalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang.
Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).







RIDWAN NUGROHO
16111078 / 3B
MANAJEMEN
UNIPMA
Share:

Minggu, 01 Oktober 2017

PASAR KEUANGAN


  1. Pengertian
Pasar keuangan adalah merupakan mekanisme pasar yang memungkinkan bagi seorang atau koporasi dengan  mudah dapat melakukan transaksi penjualan dan pembelian dalam  bentuk sekuritas keuangan (seperti saham dan obligasi). Definisi lain juga mengatakan Pasar Keuangan  ialah suatu sistem  pasar yang memfasilitasi terjadinya perdagangan antar produk dan  turunan keuangan seperti misalnya bursa efek yang memfasilitasi  perdagangan saham, obligasi dan waran .
Pasar Keuangan terbagi menjadi 2, yakni Pasar Uang dan Pasar Modal. Pasar Uang atau  Money Market adalah Pasar transaksi dana dan surat berharga jangka pendek (< 1 tahun). Sedangkan Pasar Modal atau Capital Market merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

  1. Fungsi Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar Uang
  1. Sebagai perantara dalam perdagangan surat-surat berharga berjangkan pendek
  2. Sebagai penghimpun dana berupa surat-surat berharga jangka pendek
  3. Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk melakukan investasi
  4. Sebagai perantara bagi investor luar negeri dlm menyalurkan kredit jangka pendek kepada perusahaan di Indonesia
Pasar Modal
  1. Sebagai sarana penambah modal bagi pengusaha
Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cara menjual saham ke pasar modal. Saham-saham ini akan dibeli oleh masyarakat umum, perusahaan- perusahaan lain, lembaga, atau oleh pemerintah.
  1. Sebagai sarana pemerataan pendapatan
Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para pembelinya (pemiliknya). Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.
  1. Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi
Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan akan meningkat.
  1. Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja
Keberadaan pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industri lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru.
  1. Sebagai sarana peningkatan pendapatan Negara
Setiap deviden yang dibagikan kepada para pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemasukan melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan negara.
  1. Sebagai indikator perekonomian Negara
Aktivitas dan volume penjualan/pembelian di pasar modal yang semakin meningkat (padat) memberi indikasi bahwa aktivitas bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya.

  1. Jenis – Jenis Transaksi di Pasar Uang dan Pasar Modal
Macam-macam transaksi yang terdapat di Pasar Uang
  1. Call Money
Adalah penempatan atau peminjaman dana jangka pendek (dalam hitungan hari) antar bank. Lebih jelasnya, call money adalah instrumen bank dalam mengatasi kekurangan atau kelebihan dana jangka pendek yang bersifat sementara.
  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek (1-3 bulan) dengan sistem diskonto/bunga.
SBI merupakan salah satu mekanisme yang digunakan Bank Indonesia untuk mengontrol kestabilan nilai Rupiah. Dengan menjual SBI, Bank Indonesia dapat menyerap kelebihan uang primer yang beredar.
  1. Surat Berharga PasarUang (SBPU)
Surat utang yang diterbitkan oleh badan usaha swasta, pemerintah, dan agen pemerintah, umumnya berjangka waktu maksimum satu tahun; Surat utang yang demikian merupakan investasi yang sangat likuid; contohnya, Sertifikat Bank Indonesia, surat berharga pasar uang, surat berharga komersial, termasuk di dalamnya surat utang jangka pendek, akseptasi bank, surat berharga komersial, surat berharga jangka pendek pemerintah daerah yang bebas pajak, dan sertifikat deposito bank yang dapat dijual.
  1. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito adalah produk bank yang mirip dengan deposito, namun berbeda prinsipnya. Sertifikat deposito adalah instrumen utang yang dikeluarkan oleh bank dan lembaga keuangan lain kepada investor. Sebagai pertukaran peminjaman uang institusi untuk masa waktu yang ditentukan, investor mendapatkan hasil berupa suku bunga yang cukup tinggi
  1. Banker’s Acceptance (BA)
Banker’s Acceptance (BA) atau aksep adalah instrumen yang diciptakan untuk memfasilitasi transaksi perdagangan komersial. BA berkaitan dengan transaksi tertentu dengan barang yang mendasarinya. Nilai barang yang mendasarinya tercermin dalam nilai nominal tagihan yang mewakili jumlah yang dijanjikan oleh mitra bisnis untuk dibayar pada waktu tertentu di masa depan.
Ketika bank menerima tanggung jawab untuk membayar kreditur jika debitur gagal untuk membayar kembali maka disebut mendiskontokan BA. BA dipandang sebagai investasi yang sangat aman karena tidak hanya dijamin bank tetapi juga mewakili transaksi bisnis alami dengan barang yang mendasarinya.
  1. Commerecial Paper (CP)
Surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta/BUMN. CP adalah surat janji untuk membayar kembali jumlah hutang yang diterima pada suatu tanggal tertentu. Bunga CP juga didapatkan dengan menggunakan diskonto Berbeda dengan Bank Acceptance atauipun Sertifikat Deposito, pelunasan CP tidak dijamin oleh bank maupun suatu hak kebendaan (Unsecured Promisory Notes).
  1. Repurchase Agreement (REPO)
REPO adalah suatu perjanjian antara penjual & pembeli atas efek-efek dimana penjual berjanji untuk membeli kembali efek-efek yang dimaksud pada harga yang disepakati bersama dan pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Reverse repo adalah merupakan kebalikan daripada Repurchase Agreement yaitu membeli kembali efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek yang dimaksud pada harga yang telah disepakati pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Sasaran dari transaksi repo adalah instansi yang memiliki excess dana antara lain: Bank Pemerintah & Bank Swasta, Lembaga keuangan Bukan Bank (Asuransi dan Dana Pensiun) serta perusahaan lain yang memiliki dana berlebih.

Macam – Macam Transaksi yang terdapat di Pasar Modal
  1. Saham
Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan perseroan terbatas. Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah deviden (bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham); capital gain (keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham), dan manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.
  1. Obligasi
Obligasi adalah surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.
  1. Surat Berharga Lainnya
Selain dari dua jenis efek yang telah diuraikan di atas yang sudah banyak digunakan sebagai media hutang di bursa efek Indonesia, terdapat beberapa jenis efek yang juga dapat digunakan sebagai media hutang, seperti warrant, option dan right issue. Warrant adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut. Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga (tetapi bukan emiten) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya. Right Issue adalah surat yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya (pemilik saham biasa) untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru.

  1. Pelaku Pasar Uang dan Pasar Modal
Pelaku di Pasar Uang :
  1. Bank
  2. Lembaga Pemerintah
  3. Perusahaan Asuransi
  4. Yayasan
  5. Lembaga Keuangan lainnya
Pelaku di Pasar Modal :
  1. Emiten
Emiten adalah perusahaan yang menjual pemilikannya kepada masyarakat (go public). Ada beberapa tujuan suatu perusahaan yang go public, yaitu : memperoleh tambahan dana yang digunakan dalam perluasan usaha, melakukan pengalihan pemegang saham, dan mengubah/ memperbaiki komposisi modal.
  1. Investor
Investor (pemilik dana atau pemodal) adalah badan atau perorangan yang membeli pemilikan suatu perusahaan go public. Pemodal perorangan adalah orang atau individu yang atas namanya sendiri melakukan penanaman modal (investasi), sedangkan pemodal badan (lembaga) adalah investasi yang dilakukan atas nama lembaga, seperti perusahaan, koperasi, yayasan, dana pensiun, dan lain-lain. Segala keuntungan dan risiko atas efek yang dibeli atas nama lembaga merupakan hak dan beban lembaga tersebut. Dalam suatu perusahaan yang go public, investor pertama adalah pemegang saham pendiri. Sedangkan pemegang saham yang kedua adalah pemegang saham melalui pembelian saham pada penawaran umum di pasar modal.
  1. Lembaga Penunjang
Lembaga Penunjang berfungsi sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar modal. Lembaga penunjang tersebut yaitu: Penjamin Emisi (underwriter), Penanggung (Guarantor), Wali Amanat (Trustee), Perantara Perdagangan Efek (Broker, Pialang), Pedagang Efek (Dealer), Perusahaan Surat Berharga (Securities Company), Perusahaan Pengelola Dana (Invesment Company), dan Biro Administrasi Efek.





RIDWAN NUGROHO
16111078 / 3B
MANAJEMEN
UNIPMA

Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Welcome To Basil

Pages

Name*


Message*

Blog Archive